Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, bersama Wakil Bupati Dedy Endriyatno, mengecek bantuan Rehabilitasi Sosial – Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Plupuh, Gemolong dan Kalijambe, pada Selasa (24/12/2019).
Kegiatan tersebut bermaksud untuk mengecek langsung program bantuan rutilahu dari pemerintah pusat tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
Sebelumnya, Bantuan rutilahu telah diberikan kepada 100 KK atau 100 RTLH, dengan nilai masing-masing Rp. 15 juta yang diperuntukan bagi warga yang membutuhkan di enam kecamatan di Kab. Sragen, diantaranya Kecamatan Kalijambe, Plupuh, Gemolong, Gesi, Sukodono dan Jenar.
Berdasarkan hasil pengecekan dari rumah penerima bantuan, Bupati Yuni menemukan rumah yang belum selesai pengerjaannya. Tak hanya itu, juga ada beberapa rukah yang belum sesuai aturan rumah sehat, misalnya kandang hewan ternak yang menjadi satu dengan dapur.
“Kami mengecek sudah sampai mana progressnya, karena akhir bulan ini harus sudah selesai seperti yang dijanjikan. Ada yang belum selesai, ada yang perlu di push pengerjaannya,” ungkapnya.
“Jadi, implementasi di lapangan sangat beragam, perlu ada penekanan, perlu ada tindak lanjut dan memang harus dilihat satu per satu,” lanjut Bupati.
Perihal masalah tersebut, Bupati Yuni menyampaikan, sudah melaporkan kepada ketua RT untuk segera dibenahi yang tidak sesuai dengan aturan, yaitu memisahkan kandang dengan dapur.
“Kalau memang dananya kurang, ya nanti bisa diatur lagi, memang semua bertahap,” terangnya. 
Bupati juga mengaku, bantuan yang diberikan tersebut belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Sragen.
“Bantuan ini memang belum bisa mencakup seluruhnya, hanya sedikit meringankan beban. Kami pasti akan mengawal proses pembangunan di Kabupaten Sragen,” pungkasnya.
Kepala UPTPK Kabupaten Sragen sekaligus Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Sragen mengatakan uang bantuan ditransfer ke rekening ketua kelompok selanjutnya ketua kelompok menyerahkan ke masing-masing penerima sebesar Rp. 15 juta untuk perbaikan rumahnya.
“Bantuan untuk warga yang masuk Basik Data Terpadu (BDT) Kemensos diwujudkan uang kemudian dibelanjakan bahan bangunan,” jelasnya.
Oleh karena itu, lantaran pembangunan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

By DJUNOT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *